
Alkisah, seorang mahasiswa ulet yang baru berumur 21 tahun di Inggris telah berhasil mendirikan sebuah majalah kampus yang berkembang sangat pesat, hingga akhirnya menarik minat beberapa milyuner untuk menjadi investor dalam perusahaan majalah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, majalah yang didirikan mahasiswa tersebut akan diberi dana jutaan pound sterling dari para investor untuk memperkuat operasi dan juga memperluas jaringan majalah.
Sebelum penandatanganan kontrak kerjasama investasi, sang mahasiswa diundang ke sebuah kafe oleh para investor untuk diminta memberikan penjelasan dan gambaran kemana perusahaan majalah ini akan dibawa selama lima hingga sepuluh tahun kedepan. Dengan penuh percaya diri, sang mahasiswa menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun kedepan ia akan mengembangkan perusahaan majalah itu dengan membuat sebuah grup perusahaan yang terdiri dari beberapa unit usaha seperti perusahaan rekaman, majalah sampai mendirikan sebuah perusahaan penerbangan (airline company).
Minat para investor yang tadinya sangat besar untuk dapat membantu mengembangkan perusahaan majalah tersebut langsung hilang setelah mendengar penjelasan dari sang mahasiswa. Mereka terhenyak dan berpikir bahwa sang mahasiswa yang barusaja menjelaskan rencananya itu mungkin saja gila atau menderita gangguan jiwa. Mereka lalu menarik minat mereka untuk berinvestasi dalam perusahaan majalah tersebut. Mereka tidak melihat adanya hubungan antara perusahaan majalah yang hendak mereka bantu dengan mimpi sang mahasiswa membuat perusahaan penerbangan, serta tentunya, merasa rencana yang dijelaskan sang mahasiswa terlalu besar dan terkesan hampir tidak mungkin diwujudkan.
Tapi mereka salah. Sepuluh tahun kemudian, sang mahasiswa yang akhirnya menjadi pengusaha muda itu ternyata berhasil membuktikan mimpinya. Ia berhasil membuat sebuah perusahaan rekaman internasional yang melahirkan banyak penyanyi kenamaan (Virgin Recording), serta yang tak kalah pentingnya, ia juga berhasil mendirikan sebuah perusahaan penerbangan swasta terbesar di Eropa (Virgin Atlantic) yang juga berhasil menembus pasar Australia (Virgin Blue). Perusahaan-perusahaan yang bernaung dibawah nama Virgin Group itu akhirnya berhasil menyerang balik perspektif para mantan investor yang sebelumnya meremehkan kemampuan sang mahasiswa dalam mewujudkan mimpi.
Kisah nyata yang sangat menarik di atas saya dapatkan ketika saya membaca buku gubahan Richard Branson, CEO Virgin Group yang berjudul Business Stripped Bare : Adventures of a Global Entrepreneur. Buku yang saya dapatkan di DYMOCKS Sydney ini adalah buku terbaru dari Richard Branson yang tidak lain merupakan kumpulan cerita Branson berbagi pengalamannya dalam membangun Virgin Group.
Bagi saya, ada sebuah pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah ini. Apa yang dilakukan Branson adalah sebuah pembuktian manusia dalam mengejar dan menaklukkan mimpi. Sebagian dari kita selalu kalah sebelum berperang, selalu merasa apa yang kita mimpikan adalah suatu hal yang tidak mungkin. Padahal jauh dari itu, sesungguhnya setiap dari kita memiliki kemampuan untuk mengejar dan mewujudkan mimpi kita masing-masing. Tentukan mimpi kita, dan berjuanglah untuk meraihnya. Jangan takut bermimpi, karena mimpi itulah yang sejatinya kemudian menjadi kekuatan besar dalam diri kita untuk melakukan sebuah pencapaian dalam kehidupan. Jangan takut bermimpi, selama memang kita yakin dengan apa yang kita mimpikan itu sesuai dengan kekuatan dan kemampuan kita.

1 komentar:
mimpi punya sekolah yang berkurikulum gabungan ilmu dunia dan akherat...
Posting Komentar